Selasa, 30 Agustus 2011

Lirik Lagu 2NE1_ Lonely

0



[CL]
Jigeum naega haneun yaegi
Neol apeuge halji molla
Ama nal jukdorok miwohage doel kkeoya
[Minzy]
Naega yejeon gatji antadeon ne mal
Modu teullin mareun aniya
Nado byeonhaebeorin naega nat seolgimanhae

[Dara]
Neomu chakhan neonde neon geudaeroinde Oh
[CL]
I don't know I don't know
Naega wae ireoneunji
[Dara]
Geutorok saranghaenneunde neon yeogi inneunde Oh
[Minzy]
I don't know
[Dara]
Ije nal chatgo sipeo

[Bom]
Baby I'm sorry neowa isseodo nan lonely
Saranghagin naega bujokhanga bwa
Ireon motnan nal yongseohae
[Minzy]
I'm sorry ige neowa naui story
Sarangiran naegen gwabunhanga bwa
Ne gyeote isseodo

Baby I'm so lonely lonely lonely lonely lonely
Baby I'm so lonely lonely lonely lonely lonely
[Bom]
Baby I'm so lonely lonely lonely lonely lonely
Baby I'm so lonely lonely lonely lonely lonely
[CL]
Nega jalmotan ge anya
Naega isanghan geoya
Imi orae jeonbuteo nan junbi haenna bwa ibyeoreul
[Bom]
Jeongmal jalhaejugo sipeonneunde
Hapil sarang apeseoneun wae
Ireoke haneobsi jagajigo oerounji

[Dara]
Neomu chakhan neonde neon geudaeroinde Oh
[CL]
I don't know I don't know
Naega wae ireoneunji
[Dara]
Geutorok saranghaenneunde neon yeogi inneunde Oh
[Bom]
I don't know
[Dara]Ije nal chatgo sipeo

[CL]
Baby I'm sorry neowa isseodo nan lonely
Saranghagin naega bujokhanga bwa
Ireon motnan nal yongseohae
[Minzy]
I'm sorry ige neowa naui story
Sarangiran naegen gwabunhanga bwa
Ne gyeote isseodo

Baby I'm so lonely lonely lonely lonely lonely
Baby I'm so lonely lonely lonely lonely lonely
[CL]
Baby I'm so lonely lonely lonely lonely lonely
Baby I'm so lonely lonely lonely lonely lonely

[Minzy]
Cuz I'm just another girl
I bami werowo nan
[Bom]
Deoneun gyeondil su eobseo good bye
[Dara]
Cuz I'm just another girl
[CL]
Neomuna werowo
[Bom]
Jigeum ne gyeote isseodo baby I'm so lonely


[Minzy]
Baby I'm so lonely lonely lonely lonely lonely
Baby I'm so lonely lonely lonely lonely lonely
[CL]
Baby I'm so lonely lonely lonely lonely lonely
Baby I'm so lonely lonely lonely lonely lonely.

Lirik Lagu 2NE1_ i am the best

0



[CL]
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
je je jeil jal naga

Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Oh my god

[BOM]
nuga bwado naega jom jug-yeojujanh-a
alright
duljjaegalamyeon i mom-i seoleobjanh-a
alright

[DARA]
neon dwileul ttalaojiman
nan apman bogo jiljuhae
nega anj-eun teibeul wileul ttwieodanyeo
I don’t care

[CL]
geondeulimyeon gamdang moshae
I’m hot hot hot hot fire
dwijib-eojigi jeon-e
jebal nuga nal jom mallyeo

[MINJI]
osjang-eul yeol-eo gajang
sangkeumhan os-eul geolchigo
geoul-e bichin nae eolgul-eul
kkomkkomhi salpigo
jigeum-eun yeodeolb si
yagsogsigan-eun yeodeolb si ban
dodohan geol-eum-eulo naseon i bam

[CL]
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
je je jeil jal naga

[MINJI]
naega bwado naega jom kkeutnaejujanh-a
alright
nega nalado i mom-i buleobjanh-a
alright

[BOM]
namjadeul-eun nal dol-abogo
yeojadeul-eun ttalahae
naega anj-eun i jalileul
maeil neombwa pigonhae

[DARA]
seonsu-incheog pomman jabneun
eolibeolihan Playa
neon balam ppajin taieocheoleom
bogi johge chayeo

[CL]
eotteon bigyodo nan geobuhae
igeon gyeomsonhan yaegi
gachileul nonhajamyeon nan
Billion dollar baby

mwol jjom aneun salamdeul-eun
da al-aseo al-abwa
amuna jabgo mul-eobwa
nuga jeil jal naga

naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
je je jeil jal naga

[CL]
nuga nega naboda deo jal naga?
No no no no Na na na na
nuga nega naboda deo jal naga?
No no no no Na na na na
nuga nega naboda deo jal naga?
No no no no Na na na na
nuga nega naboda deo jal naga?
No no no no Na na na na

Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Oh my god

Senin, 04 Juli 2011

Peduli HIV/AIDS

0

 

Pengertian, Definisi dan Cara Penularan / Penyebaran Virus HIV AIDS - Info / Informasi Penyakit Menular Seksual / PMS

A. Virus HIV
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun.
Virus HIV menyerang sel CD4 dan merubahnya menjadi tempat berkembang biak Virus HIV baru kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika diserang penyakit maka tubuh kita tidak memiliki pelindung. Dampaknya adalah kita dapat meninggal dunia terkena pilek biasa.
B. Penyakit AIDS
AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang merupakan dampak atau efek dari perkembang biakan virus hiv dalam tubuh makhluk hidup. Virus HIV membutuhkan waktu untuk menyebabkan sindrom AIDS yang mematikan dan sangat berbahaya. Penyakit AIDS disebabkan oleh melemah atau menghilangnya sistem kekebalan tubuh yang tadinya dimiliki karena sel CD4 pada sel darah putih yang banyak dirusak oleh Virus HIV.
Ketika kita terkena Virus HIV kita tidak langsung terkena AIDS. Untuk menjadi AIDS dibutuhkan waktu yang lama, yaitu beberapa tahun untuk dapat menjadi AIDS yang mematikan. Seseorang dapat menjadi HIV positif. Saat ini tidak ada obat, serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS.
C. Metode / Teknik Penularan dan Penyebaran Virus HIV AIDS
- Darah
Contoh : Tranfusi darah, terkena darah hiv+ pada kulit yang terluka, terkena darah menstruasi pada kulit yang terluka, jarum suntik, dsb
- Cairan Semen, Air Mani, Sperma dan Peju Pria
Contoh : Laki-laki berhubungan badan tanpa kondom atau pengaman lainnya, oral seks, dsb.
- Cairan Vagina pada Perempuan
Contoh : Wanita berhubungan badan tanpa pengaman, pinjam-meminjam alat bantu seks, oral seks, dll.
- Air Susu Ibu / ASI
Contoh : Bayi minum asi dari wanita hiv+, Laki-laki meminum susu asi pasangannya, dan lain sebagainya.
Cairan Tubuh yang tidak mengandung Virus HIV pada penderita HIV+ :
- Air liur / air ludah / saliva
- Feses / kotoran / tokai / bab / tinja
- Air mata
- Air keringat
- Air seni / air kencing / air pipis / urin / urine


Tambahan :
Jangan mengucilkan dan menjauhi penderita HIV karena mereka membutuhkan bantuan dan dukungan agar bisa melanjutkan hidup tanpa banyak beban







Sumber: http://organisasi.org/pengertian_definisi_dan_cara_penularan_penyebaran_virus_hiv_aids_info_informasi_penyakit_menular_seksual_pms

Selasa, 21 Juni 2011

Ipang_Ada Yang Hilang

0


Aku hanya bisa terdiam
Melihat kau pergi dari sisiku
Dari sampingku
Tinggalkan aku seakan semuanya
Yang pernah terjadi
Tak lagi kau rasa

Masih adakah tentang aku
Di hatimu yang kau rasakan
Coba kau rasakan
Mudahkah bagimu untuk hapuskan
Semua kenangan bersama denganku
Tak pernah sedikit pun
Aku bayangkan betapa hebatnya
Cinta yang kau tanamkan

(I)
Hingga waktu beranjak pergi
Kau mampu hancurkan hatiku

Reff :
Ada yang hilang dari perasaanku
Yang terlanjur sudah
Kuberikan padamu
Ternyata aku tak berarti tanpamu
Berharap kau tetap di sini
Berharap dan berharap lagi

Back to : (I), Reff

Caffeine_Kau Telah Pergi

0


kau yang t’lah pergi
saat-saat terakhirku teringat denganmu
yang terbayang kini
dalam genggaman tanganmu
dalam dekapan tubuhmu
kurasakan saat-saat bersamamu

hanya tangis sedih
tak tertahankan tetesan air mata
yang jatuh saat engkau pergi
dalam isak tangismu
dalam desah nafasmu
bersamamu tinggal sebuah kenangan

reff: kau t’lah pergi
tinggalkan maaf yang tak terucap
dan takkan kembali
tersimpan kini janjiku di hati

kau yang t’lah pergi
saat-saat yang terindah
kurasakan takkan pernah ada lagi
hanya tatapan matamu
hanya senyuman manismu di wajahmu
yang tak akan terlupakan

repeat reff

Terry_Harusnya Kau Pilih Aku

0


kekasihmu tak mencintai dirimu sepenuh hati
dia selalu pergi meninggalkan kau sendiri
mengapa kau mempertahankan cinta pedih menyakitkan
kau masih saja membutuhkan dia, membutuhkan dia

kau harusnya memilih aku
yang lebih mampu menyayangimu, berada di sampingmu
kau harusnya memilih aku
tinggalkan dia, lupakan dia, datanglah kepadaku

kau tak pantas tuk disakiti
kau pantas tuk dicintai
bodohnya dia yang meninggalkanmu (meninggalkanmu)
demi cinta yang tak pasti ooow

kau harusnya memilih aku
yang lebih mampu menyayangimu, berada di sampingmu
kau harusnya memilih aku
tinggalkan dia, lupakan dia, datanglah kepadaku

kau harusnya memilih aku
yang lebih mampu menyayangimu, berada di sampingmu
kau harusnya memilih aku
tinggalkan dia, lupakan dia, datanglah kepadaku

kau harusnya memilih aku
yang lebih mampu menyayangimu, berada di sampingmu
kau harusnya memilih aku
tinggalkan dia, lupakan dia, datanglah kepadaku

Padi_Tempat Terakhir

0

meskipun aku di surga mungkin aku tak bahagia
bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu

lama sudah kau menemani langkah kaki di sepanjang
perjalanan hidup penuh cerita
kau adalah bagian hidupku dan akupun menjadi bagian
dalam hidupmu yang tak terpisah

* kau bagaikan angin di bawah sayapku
sendiri aku tak bisa seimbang, apa jadinya bila kau tak di sisi

reff:
meskipun aku di surga mungkin aku tak bahagia
bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu
aku ingin kau menjadi bidadariku di sana
tempat terakhir melabuhkan hidup di keabadian

bila nanti aku kehilangan, mungkin itu hanya sesaat
karena ku yakin kita kan bertemu lagi

repeat *
repeat reff

tanpamu tak akan sama

repeat reff [2x]

Senin, 11 April 2011

Inflasi (Tugas Softkill)

0




Pada urnumnya inflasi bermakna "kenaikan yang berterusan dalarn tingkat harga urnum". "Harga umum"





bermaksud harga yang menggambarkan paras harga bagi keseluruhan barangan dan perkhidmatan yang ada dalarn sesuatu ekonorni pada sesuatu masa tertentu. Oleh kerana terlalu banyak bilangan barangan yang terdapat pada sesuatu masa, maka arnat sulit untuk mendapatkan sernua harga barangan dan perkhidmatan berkenaan. Oleh itu, satu kaedah telah dibentuk untuk mengukur paras harga urnum ini dengan mengambil sebilangan barangan dan perkhidmatan tertentu sebagai mewakili keseluruhan barangan dan perkhidmatan yang ada dalarn sesuatu ekonorni dan harga mereka diukur dengan rnenggunakan Indeks Harga. Seringkali koleksi barangan dan perkhidmatan yang diambil itu mewakili barangan dan perkhidmatan yang digunakan oleh pengguna. Oleh itulah indeks harga ini dinamakan Indeks Harga Pengguna (IHP) dan bagi Malaysia, indeks ini dikeluarkan dari masa ke masa oleh Jabatan Perangkaan.





"Kenaikan yang berterusan" bermaksud bahawa inflasi hanya berlaku pada ketika paras harga urnum meningkat secara berterusan dalarn satu-satu tempoh tertentu sahaja. Sesuatu kenaikan harga yang bersifat sementara seperti kenaikan harga akibat musim kernarau atau kenaikan harga kerana meningkatnya kadar cukai jalan tidak dianggap sebagai inflasi kerana kenaikan harga sebegini hanya berlaku sekali sahaja.
INDEKS HARGA PENGGUNA
Indeks Harga Pengguna (IHP) merupakan kaedah yang digunakan untuk mengukur atau menentulkan kadar inflasi. IHP mengukur harga purata barangbarang dan perkhidmatan yang biasanya digunakan oleh pengguna. IHP diukur dengan membandinglkan purata harga barangan dan perkhidmatan pada tahun asas dengan purata harga bagi tahun sernasa. Sementara itu kadar inflasi pula adalah peratus
perubahan paras harga barangan dan perkhidmatan tahun semasa berbanding tahun asas. IHP mengambilkira lebih kurang 430 item barangan dan perkhidmatan yang digunakan oleh seunit isi rumah secara am (average household expenditure).

KESAN-KESAN INFLASI
Inflasi banyak memberi kesan negatif kepada ekonomi dan penduduk sesebuah negara. Kadar inflasi yang tinggi akan meningkatkan kos hidup rakyat dan ini akan mengurangkan taraf hidup mereka. Agihan faktor-faktor pengeluaran juga tidak cekap dan akan merugikan ekonomi berkenaan.
Bagi individu, inflasi akan mengurangkan pendapatan benar mereka. Keadaan ini menjadi serius jika kadar kenaikan harga atau kadar inflasi jauh lebih tinggi daripada kadar kenaikan pendapatan wang individu berkenaan. Pengurangan pendapatan benar akan berlaku dengan ketara kepada pekerjapekerja yang berpendapatan tetap.
 
infla.jpg (29833 bytes)
Sewaktu ekonomi menghadapi inflasi, kesan agihan amat dirasai. Bagi mereka yang menabung,
yang menerima pencen, yang memiliki bon dan polisi insuran, nilai sebenar (dalarn eftikata kuasabeli wang) tabungan, nilai pencen, nilai bon atau polisi insuran mereka merosot. Ini kerana sewaktu inflasi, kadar faedah benar adalah rendah dan mungkin negatif berbanding dengan keadaan tanpa inflasi. Bagi mereka yang berhutang dan yang memberi hutang agihan semula pendapatan juga akan berlaku. Bagi yang berhutang, mereka beruntung kerana nilai benar wang bayaran hutang yang dijelaskan sudah menurun berbanding keadaan sebelumnya. Yang memberi hutang pula akan rugi kerana nilai benar bayaran hutang yang diterima menjadi rendah daripada keadaan tanpa inflasi.
Inflasi juga akan memberi kesan kepada pelaburan dalam negara. Dengan meningkatnya paras harga, pengeluaran barangan dan perkhidmatan yang dieksport boleh kehilangan daya saing. Dengan kehilangan daya saing ini, pendapatan eksport akan menurun dan ini akan mengurangkan pelaburan dalam industri-industri berkenaan.


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMYEBABKAN INFLASI
Secara umumnya, inflasi boleh disebabkan oleh mana-mana satu dari faktor-faktor berikut atau kombinasi faktor-faktor ini :
 
1. Inflasi Tolakan Kos
Inflasi tolakan kos adalah disebabkan oleh kenaikan kos pengeluaran yang tinggi. Kenaikan kos pengeluaran ini disebabkan oleh kenaikan harga bagi faktor-faktor pengeluaran seperti tingkat upah. Sebagai contoh, jika kadar upah meningkat dengan tinggi, maka kos pengeluaran akan meningkat.
 
Apabila kos pengeluaran meningkat, maka pengeluar yang sentiasa mahu memaksimumkan keuntungan akan mengenakan harga yang tinggi kepada pengguna. Selepas merasakan kesan kenaikan harga ini (penurunan dalam tingkat pendapatan benar), pengguna yang juga bekerja (dianggap sebagai buruh) akan meminta kenaikan gaji yang baru dan lebih tinggi bagi menampung peningkatan harga ini. Jika permohonan mereka berjaya, kos pengeluaran akan meningkat dan seterusnya pengeluar pula akan meningkatkan harga mereka. Tingkat harga umum akan meningkat sekali lagi.
 
2. Inflasi Tarikan Permintaan
Inflasi tarikan permintaan berpunca daripada ketidakseimbangan antara jumlah permintaan dengan jumlah penawaran barangan dan perkhidmatan dalam sesebuah negara pada sesuatu masa tertentu. Jika berlaku peningkatan jumlah permintaan yang tinggi berbanding dengan jumlah penawaran, maka inflasi akan wujud. Keadaan ini wujud apabila peningkatan permintaan berlaku pada masa ekonomi negara berada pada tingkat gunatenaga penuh. Apabila sesebuah ekonomi mencapai gunatenaga penuh seperti yang Malaysia alami pada masa ini tingkat pengeluaran sukar dinaikkan dengan cepat untuk menampung permintaan yang melambung ini, sama ada oleh sebab kekata,n pasaran buruh atau pembekalan barangan. Peningkatan jumlah permintaan pula boleh berpunca kepada:
 
a) Peningkatan Tinglkat Pendapatan
Peningkatan yang tinggi dalam permintaan agregat disebabkan oleh peningkatan dalam pendapatan pengguna. Pendapatan yang tinggi ini akan meninggikan kecenderungan pengguna untuk berbelanja dan ini akan meningkatkan jumlah permintaan dalam sesebuah ekonomi. Pada kebiasaannya, peningkatan pendapatan pengguna berlaku pada ketika ekonomi mengalami pertumbuhan yang tinggi.
 
b) Peningkatan Penawaran Wang
Penawaran wang yang banyak dalam sesuatu ekonomi boleh meningkatkan jumlah permintaan dalam negara. Jika penawaran wang tidak dikawal, maka ekonomi pada keseluruhannya mempunyai kadar kecairan yang tinggi dan ia akan meningkatkan jumlah permintaan dalam negara. Jika terlalu banyak wang yang mengejar barangan dan perkhidmatan yang sedikit, maka inflasi akan wujud.
 
3. Inflasi Diimport
Inflasi diimport boleh disebabkan oleh dua faktor: peningkatan harga barangan dan perkhidmatan yang diimport dan penurunan kadar pertukaran asing.
i. Peningkatan Harga di Luar Negara
Inflasi boleh menyerap dalam sesebuah negara melalui import. Ini terutamanya benar bagi sesebuah ekonomi terbuka seperti Malaysia yang banyak mengimport barangan dan perkhidmatan dari luar negara. Jika hargaharga import ini meningkat, maka ia akan memberi kesan kepada harga dalam negara.
ii. Penurunan Kadar Pertulkaran Wang
Inflasi import ini juga dipengaruhi oleh kadar pertukaran wang di antara Malaysia dengan negara luar. Umpamanya, jika kadar pertukaran wang Malaysia dengan Amerika jatuh (bermakna semakin banyak RM diperlukan untuk membeli satu dollar Amerika), maka dengan secara langsung Malaysia terpaksa membelanjakan banyak wang untuk mendapat sejumlah barangan dan membayar dengan harga yang tinggi. Tentunya harga yang tinggi ini akan dikenakan ke atas pengguna dalam negara.
 
4. Jangkaan Pengguna
Inflasi juga dipengaruhi oleh jangkaan pengguna.
Jika pengguna membuat jangkaan yang harga akan naik pada masa hadapan, mereka akan berbelanja sekarang dan ini akan menambah jumlah permintaan dalam sesuatu ekonomi. Seterusnya, ini akan memberi peluang kepada pengeluar untuk mengambil kesempatan untuk meningkatkan harga.
Secara umumnya, inflasi boleh disebabkan oleh mana-mana satu dari faktor-faktor berikut atau kombinasi faktor-faktor ini :
 
1. Inflasi Tolakan Kos
Inflasi tolakan kos adalah disebabkan oleh kenaikan kos pengeluaran yang tinggi. Kenaikan kos pengeluaran ini disebabkan oleh kenaikan harga bagi faktor-faktor pengeluaran seperti tingkat upah. Sebagai contoh, jika kadar upah meningkat dengan tinggi, maka kos pengeluaran akan meningkat.
 
Apabila kos pengeluaran meningkat, maka pengeluar yang sentiasa mahu memaksimumkan keuntungan akan mengenakan harga yang tinggi kepada pengguna. Selepas merasakan kesan kenaikan harga ini (penurunan dalam tingkat pendapatan benar), pengguna yang juga bekerja (dianggap sebagai buruh) akan meminta kenaikan gaji yang baru dan lebih tinggi bagi menampung peningkatan harga ini. Jika permohonan mereka berjaya, kos pengeluaran akan meningkat dan seterusnya pengeluar pula akan meningkatkan harga mereka. Tingkat harga umum akan meningkat sekali lagi.
 
2. Inflasi Tarikan Permintaan
Inflasi tarikan permintaan berpunca daripada ketidakseimbangan antara jumlah permintaan dengan jumlah penawaran barangan dan perkhidmatan dalam sesebuah negara pada sesuatu masa tertentu. Jika berlaku peningkatan jumlah permintaan yang tinggi berbanding dengan jumlah penawaran, maka inflasi akan wujud. Keadaan ini wujud apabila peningkatan permintaan berlaku pada masa ekonomi negara berada pada tingkat gunatenaga penuh. Apabila sesebuah ekonomi mencapai gunatenaga penuh seperti yang Malaysia alami pada masa ini tingkat pengeluaran sukar dinaikkan dengan cepat untuk menampung permintaan yang melambung ini, sama ada oleh sebab kekata,n pasaran buruh atau pembekalan barangan. Peningkatan jumlah permintaan pula boleh berpunca kepada:
 
a) Peningkatan Tinglkat Pendapatan
Peningkatan yang tinggi dalam permintaan agregat disebabkan oleh peningkatan dalam pendapatan pengguna. Pendapatan yang tinggi ini akan meninggikan kecenderungan pengguna untuk berbelanja dan ini akan meningkatkan jumlah permintaan dalam sesebuah ekonomi. Pada kebiasaannya, peningkatan pendapatan pengguna berlaku pada ketika ekonomi mengalami pertumbuhan yang tinggi.
 
b) Peningkatan Penawaran Wang
Penawaran wang yang banyak dalam sesuatu ekonomi boleh meningkatkan jumlah permintaan dalam negara. Jika penawaran wang tidak dikawal, maka ekonomi pada keseluruhannya mempunyai kadar kecairan yang tinggi dan ia akan meningkatkan jumlah permintaan dalam negara. Jika terlalu banyak wang yang mengejar barangan dan perkhidmatan yang sedikit, maka inflasi akan wujud.
 
3. Inflasi Diimport
Inflasi diimport boleh disebabkan oleh dua faktor: peningkatan harga barangan dan perkhidmatan yang diimport dan penurunan kadar pertukaran asing.
i. Peningkatan Harga di Luar Negara
Inflasi boleh menyerap dalam sesebuah negara melalui import. Ini terutamanya benar bagi sesebuah ekonomi terbuka seperti Malaysia yang banyak mengimport barangan dan perkhidmatan dari luar negara. Jika hargaharga import ini meningkat, maka ia akan memberi kesan kepada harga dalam negara.
ii. Penurunan Kadar Pertulkaran Wang
Inflasi import ini juga dipengaruhi oleh kadar pertukaran wang di antara Malaysia dengan negara luar. Umpamanya, jika kadar pertukaran wang Malaysia dengan Amerika jatuh (bermakna semakin banyak RM diperlukan untuk membeli satu dollar Amerika), maka dengan secara langsung Malaysia terpaksa membelanjakan banyak wang untuk mendapat sejumlah barangan dan membayar dengan harga yang tinggi. Tentunya harga yang tinggi ini akan dikenakan ke atas pengguna dalam negara.
 
4. Jangkaan Pengguna
Inflasi juga dipengaruhi oleh jangkaan pengguna.
Jika pengguna membuat jangkaan yang harga akan naik pada masa hadapan, mereka akan berbelanja sekarang dan ini akan menambah jumlah permintaan dalam sesuatu ekonomi. Seterusnya, ini akan memberi peluang kepada pengeluar untuk mengambil kesempatan untuk meningkatkan harga.

LANGKAH MEMBENDUNG INFLASI
Objektif utama kerajaan ialah menstabilkan harga dalam keadaan ekonomi membangun dengan pesat. Langkah-langkah utama kerajaan dalam usaha memerangi inflasi boleh dibahagikan kepada tiga kategori iaitu langkah-langkah fiskal, kewangan dan pentadbiran.
 
Dasar Kewangan (Monetary Policy)
Kerajaan mengamalkan dasar kewangan yang ketat untuk mengurangkan pertumbuhan penawaran
wang di pasaran termasuk juga menetapkan kadar faedah pinjaman yang tinggi untuk mengelakkan perbelanjaan awam yang banyak melalui pinjaman serta mengetatkan syarat-syarat pengeluaran kad kredit.
 
Dasar Fiskal (Fiscal Policy)
Ini termasuk pengawalan cukai bagi barangan termasuk makanan, barang-barang isi rumah, barangbarang elektrik, elektronik dan sebagainya.
 
Pentadbiran
i. Menggalakkan Persaingan
Kerajaan akan meneruskan usaha menggalakkan persaingan yang lebih sihat antara industri untuk menghasilkan produktiviti yang tinggi, permodenan teknologi dan daya saing industri dari segi harga produk.
ii. Memperbalki Sistern Pengangkutan
Sistem pengangkutan awam sedang diperbaiki bagi memastikan pengangkutan barangan dan perkhidmatan menjadi cekap dan efisyen. Pembinaan LRT, lebuhraya dan sistem baru keretapi adalah usaha-usaha mengatasi kesesakan. Mengenai makanan, kerajaan menggalakkan peningkatan kapasiti pengeluaran.
iii. Kapasiti Pengeluaran Makanan
Agensi-agensi kerajaan yang lain seperti Kementerian Pertanian, Kerajaan-Kerajaan Negeri, Lembaga Kemajuan lkan Malaysia (LKIM), Lembaga Pemasaran Pertanian Persekutuan (FAMA) dan badan-badan berkaitan diberi galakan untuk meningkatkan kapasiti pengeluaran makanan.


KEMPEN ANTI-INFLASI DI SELURUH NEGARA
ifla2.jpg (28268 bytes)Kerajaan menyedari bahawa inflasi boleh menimbulkan kesan buruk kepada perkembangan ekonomi negara, kos sara hidup dan taraf hidup orang berpendapatan rendah. Kerajaan telah melaksanakan Kempen Anti Inflasi melalui media cetak dan elektronik untuk meningkatkan kesedaran dan perubahan sikap pembeli supaya mereka boleh mengambil langkah-langkah positif untuk membantu membendung inflasi. Objektif utama kempen ialah untuk mengurangkan kadar inflasi ke tahap yang paling rendah sehingga mencapai tahap sifar seperti yang dihasratkan oleh YA.B. Perdana Menteri.
Kempen ini diasaskan kepada konsep untuk memupuk pemikiran masyarakat supaya membanteras inflasi dengan menggalakkan pengguna supaya:
  • membeli barang buatan Malaysia
  • mengelakkan pernbelian tidak dirancang
  • membeli hanya barangan yang benar-benar diperlukan
  • menggalakkan para pengguna berjimat cermat dan menabung
  • mengurangkan pernbelian menggunakan kad kredit
  • elakkan amalan mencatut (profiteering) oleh para peniaga.
  • menggalakkan pembentukan imej pengguna bijaksana.
Kempen melalui media cetak dan elektronik ini adalah bertemakan "Inflasi Sifar Sasaran Kita".
 
Inflasi Sifar
Inflasi sifar bermakna sesuatu keadaan di mana tidak berlaku apa-apa kenaikan pada Indeks Harga Pengguna tahun semasa berbanding dengan Indeks Harga Pengguna tahun asas. Dalam keadaan ini paras harga kekal dan tidak berubah bagi tempoh masa tertentu.
 
Takrifan Inflasi Sifar Dalam Kempen Anti Inflasi Kerajaan
Sementara itu inflasi sifar dalam konteks Kempen Anti Inflasi yang dilaksanakan oleh kerajaan adalah merujuk kepada usaha-usaha kerajaan mengekalkan paras harga bagi barangan dan perkhidmatan perlu yang biasanya digunakan oleh sebahagian besar rakyat di negara ini terutamanya bagi mereka yang berpendapatan rendah seperti barang makanan, pengangkutan bas, teksi, kos rumah murah, sewa rumah murah, utiliti dan sebagainya.
Peranan Pengguna Dalam Menangani Masalah Inflasi
infla3.jpg (23583 bytes)Pengguna mempunyai peranan yang penting dalam melawan inflasi. Dengan kebijaksaan yang ada, pengguna boleh mencorak semula perbelanjaan mereka sewaktu ekonomi berada dalam keadaan inflasi. Pengguna boleh mengurangkan paras perbelanjaan dengan berbelanja ke atas barangan dan perkhidmatan yang perlu sahaja. Pengguna tidak perlu mempunyai jangkaan inflasi yang boleh memburukkan keadaan. Dalam keadaan-keadaan tertentu, pengguna boleh juga mencari barangan atau perkhidmatan pengganti yang lebih murah harganya. Kempen Anti-Inflasi serta program-program yang lain bertujuan mendidik pengguna tentang hak-hak pengguna, tentang pengurusan ekonomi rumah tangga dan tentang bahaya inflasi. Nasihat kepada pengguna ialah sebelum berbelanja mereka haruslah:
  • merancang perbelanjaan
  • dapatkan nilai bagi wang
  • elakkan perbelanjaan berlebihan


 Sumber referensi: http://www.sabah.org.my/bm/konsumer/panduan_pengguna/inflasi.asp

Pengangguran (Tugas Softkill)

0

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan  timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

Jenis & macam pengangguran

Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerna penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.

Kemiskinan (Tugas softkill)

0

Kemiskinan adalah isu dan permasalahan utama yang menghambat terjadinya kesejahteraan umum (masyarakat). Namun, apabila data dan pemetaan terhadap kemiskinan tidak valid dan terkini (up date), kinerja penanggulangan kemiskinan tidak akan berbeda dari periode ke periode.
Sebagaimana diketahui, selama ini, pemerintah menggunakan kriteria kemiskinan dari Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu kemampuan seseorang/rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dasar, baik untuk makanan maupun non makanan. Seseorang dikatakan miskin apabila kehidupannya dalam kondisi kekurangan sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya.
Batas kebutuhan dasar minimal dinyatakan melalui ukuran garis kemiskinan yang disetarakan dengan jumlah rupiah yang dibutuhkan. Sesuai indikator BPS ini, sebuah rumah tangga dikatakan mendekati miskin apabila kemampuan memenuhi kebutuhan dasarnya di atas 600 ribu rupiah (setara 65 dollar AS) dengan jumlah anggota keluarga empat orang.
Berarti rata-rata pengeluaran rumah tangga miskin (RTM) dengan tingkat pendapatan itu adalah 20 ribu rupiah per hari (setara 2,3 dollar AS) atau per kepala 5.000 rupiah (kurang dari 1 dollar AS) hanya untuk kebutuhan pangan (makan) dan belum menyelesaikan soal kelayakan makanannya. Jika indikator ini yang digunakan, jelas tidak mungkin RTM akan mampu memenuhi kebutuhan hidup dasar lainnya seperti sandang dan papan.
Dengan menggunakan indikator kebutuhan dasar ini saja, tentu angka kemiskinan yang dilansir oleh pemerintah tidaklah terlalu meleset, yaitu 16 juta orang/KK. Masalahnya kemudian, apakah indikator ini masih layak digunakan oleh pemerintah di tengah jumlah pendapatan rata-rata penduduk yang sudah mencapai lebih dari 600 ribu rupiah.
Sementara secara absolut kemiskinan di tengah masyarakat dengan indikator melebihi data pendapatan rata-rata BPS tetap tidak dapat diabaikan begitu saja. Apalagi jika kita mengacu pada indikator data upah minimum pekerja (labour) per provinsi yang rata-rata di atas 800 ribu rupiah, namun tetap tidak dapat dikategorikan kelompok pekerja sebagai masyarakat yang tidak miskin.
Pemetaan Kemiskinan
Salah satu kebijakan penting yang mengemuka pada Kabinet Indonesia Bersatu II adalah ditetapkannya Peraturan Presiden (Perpres) No 15/2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan yang secara resmi ditandatangani pada 25 Februari 2010.
Pada diktum menimbang, disebutkan bahwa kemiskinan merupakan permasalahan bangsa yang mendesak dan memerlukan langkah-langkah penanganan dan pendekatan yang sistematis, terpadu, dan menyeluruh dalam rangka mengurangi beban dan memenuhi hak-hak dasar warga negara secara layak melalui pembangunan inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan untuk mewujudkan kehidupan yang bermartabat.
Perpres ini juga menetapkan keterlibatan sejumlah menteri kabinet dalam susunan keanggotan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNPPK) yang diketuai oleh Wakil Presiden. Melalui perpres ini, Presiden hendak menyampaikan pesan bahwa sebenarnya pemerintah bersungguh-sungguh dalam menanggulangi kemiskinan.
Pertanyaannya, masih perlukah perpres ini apabila amanat konstitusi jelas-jelas sudah memberikan mandat pada setiap pemerintahan dalam soal ini? Sejak Indonesia merdeka dan memiliki dasar dan konstitusi negara, yaitu Pancasila dan UUD 1945, telah ditetapkan alasan membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Selanjutnya, dalam Pembukaan UUD 1945 itu disebutkan pula tujuan pemerintahan, yaitu untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Sejatinya, telah jelas tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh masing- masing lembaga negara, eksekutif, legislatif, dan yudikatif dalam pemerintahan Indonesia seperti diamanatkan Pembukaan UUD 1945 tersebut.
Oleh karena itu, isu dan permasalahan kesejahteraan umum (public) atau masyarakat sebenarnya bukanlah isu dan permasalahan siklus politik, tetapi merupakan tanggung jawab pemerintahan (eksekutif, legislatif, dan yudikatif ). Presiden sebagai pejabat eksekutiflah yang diberikan mandat untuk melaksanakan berbagai program dan kegiatan pembangunan demi kesejahteraan umum sesuai amanat konstitusi negara.
Konsekuensi dari amanat UUD 1945 ini adalah pemerintah (eksekutif) harus bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya melalui tanggung jawab kementerian yang dibentuk oleh Presiden. Derivasi dari amanat memajukan kesejahteraan umum itu seharusnya menjadi tugas pokok dan fungsi utama kementerian yang dibentuk dalam menjalankan kewajiban serta tanggung jawab konstitusional Presiden.
Kunci dari suksesnya pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan sebenarnya adalah pada tersedianya data dan pemetaan kelompok sasaran masyarakat miskin. Data tentang jumlah penduduk miskin berbasis RTM yang valid dan terkini (up date) sangat diperlukan sebelum menentukan dan menetapkan kebijakan, program, dan kegiatan yang dijalankan.
Melalui data yang valid, pemetaan kemiskinan berdasar akar permasalahan RTM dapat dilakukan dan kemudian didistribusikan tanggung jawab penyelesaiannya sesuai tugas pokok dan fungsi kementerian sesuai sifat dan karakter kemiskinan masing- masing secara lebih fokus. Melalui pemetaan kemiskinan berdasar RTM ini, dapat dikelompokkan tugas dan tanggung jawab kementerian teknis secara sektoral dan struktural.
Secara sektoral, permasalahan kemiskinan terjadi di sektor pertanian, perikanan dan kelautan, kehutanan, perumahan rakyat, perindustrian, perdagangan, UKM, dan koperasi, tenaga kerja dan transmigrasi, dan sosial. Oleh karena itu, tugas pokok dan fungsi serta tanggung jawab penanggulangannya diberikan kepada otoritas kementerian di bidang itu.
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Pembangunan Daerah Tertinggal akan menyelesaikan permasalahan kemiskinan dan kesenjangan pembangunan secara regional. Penyelesaian kedua peta kemiskinan ini akan menjadi dasar penilaian bekerjanya aparatur dan administratur pemerintahan, termasuk Presiden.
Dengan adanya Perpres No 15/2010 ini, sebenarnya arah dan kebijakan pembangunan pemerintahan Presiden tetap mengacu pada amanat konstitusi dan perpres tentang kemiskinan seharusnya lebih memfokuskan kelompok sasaran.[]koran jakarta
Penulis adalah Deklarator Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) dan Tim Evaluasi Pemberdayaan Masyarakat dan Penanggulangan Kemiskinan, BAPPENAS.

Revolusi Sektor Jasa (Tugas Softkill)

0

Penasihat Ekonomi Bank Dunia untuk Asia Selatan, editor buku "The Service Revolution in South Asia"
CINA dan India sedang berlomba dalam bidang ekonomi. Namun, cara yang mereka tempuh amatlah berbeda. Cina unggul sebagai pengekspor produk manufaktur, sedangkan India meraih reputasi global dengan mengekspor layanan jasa modern. Bisa dikatakan, India sudah melampaui sektor manufaktur, lepas landas dari agrikultur ke bidang jasa.
Perbedaan pola pertumbuhan kedua negara itu sangat mencolok dan menimbulkan pertanyaan di mata negara-negara berkembang. Bisakah jasa menjadi sedinamis manufaktur? Bisakah negara yang mengembangkannya belakangan mendapatkan keuntungan dari globalisasi sektor jasa? Bisakah jasa menjadi pendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan?
Sejumlah fakta cukup berharga untuk dikaji. Sektor jasa di India, yang menyumbangkan perkembangan negara itu, relatif lebih besar dibandingkan dengan di Cina. Meskipun termasuk wilayah yang rendah pendapatan perkapitanya, India dan negara-negara Asia Selatan lainnya telah mengadopsi pola pertumbuhan negara-negara dengan pendapatan perkapita menengah ke atas. Pola pertumbuhan negara-negara terse-but lebih mirip dengan Irlandia dan bahkan Israel, dibandingkan dengan Cina dan Malaysia.
Pola pertumbuhan India sangat menakjubkan karena seakan bertentangan dengan "hukum" pembangunan yang kaku yang sudah dianut selama sekitar dua ratus tahun, sejak bermula nya revolusi industri. Menurut "hukum" ini - yang sekarang menjadi kebijakan konvensional- industrialisasi adalah satu-satunya jalur untuk memacu pertumbuhan ekonomi bagi negara-negara berkembang.
Sebagai akibat globalisasi, cepatnya tingkat perkembangan bisa sangat dahsyat. Namun, potensi pertumbuhan yang begitu eksplosif biasanya hanya terlihat di sektor manufaktur. Namun, bukan ini persoalannya. Ada bukti bahwa negara-negara dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi di sektor jasa cenderung memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara keseluruhan; sebaliknya, negara-negara yang tingkat pertumbuhannya tinggi memiliki tingkat pertumbuhan jasa yang juga tinggi.
Yang pasti, hubungan kausalitas-nya masih belum jelas. Namun, ada pula hubungan positif -yang diterima di negara-negara berkembang- antara tingkat pertumbuhan manu-faktur dan tingkat pertumbuhan secara keseluruhan. Namun, yang kerap terabaikan adalah efek dari tingkat pertumbuhan jasa terhadap agregat pertumbuhan ekonomi terlihat lebih kuat, dibandingkan dengan pengaruh pertumbuhan manufaktur terhadap pertumbuhan secara keseluruhan.
Apalagi, ada kecenderungan dari waktu ke waktu, peran sektor jasa yang lebih tinggi dalam perekonomian menunjukkan pertumbuhan jasa yang lebih tinggi tidak lantas menyebabkan turunnya biaya. Dengan kata lain, ongkos jasa tidak turun seiring dengan meningkatnya suplai jasa.
Porsi jasa di India begitu besar dan pertumbuhan sektor jasanya jauh lebih cepat dibandingkan dengan Cina. Meskipun Cina jauh lebih kaya dan tumbuh lebih cepat dari waktu ke waktu. Hal itu menunjukkan bahwa sektor jasa tidak sekadar merespons permintaan dajam negeri (yang pasti lebih tinggi permintaannya di Cina), tetapi juga berpeluang untuk ekspor.
Pengalaman pertumbuhan di India menunjukkan bahwa revolusi jasa global -jasa yang membuat tingkat pertumbuhan yang cepat dan kemiskinan berkurang- adalah hal yang mungkin. Di India, sektor jasa tidak hanya mendorong pertumbuh-an ekonomi secara keseluruhan, tetapi juga ditandai dengan produktivitas tenaga kerja yang tinggi dibandingkan dengan di sektor industri. Malahan, tingkat pertumbuhan produktivitas di sektor jasa India sepadan dengan pertumbuhan produktivitas di sektor manufaktur Cina, dengan begitu dapat mengurangi kemiskinan dengan kenaikan upah.
Pertumbuhan yang didorong jasa bisa berkelanjutan karena globalisasi jasa yang mencapai lebih dari tujuh puluh persen output global, masih dalam tahap awal perkembangannya. Lebih dari itu, pandangan lama bahwa jasa tidak bisa ditranspor-tasi, tidak bisa diperdagangkan, tidak lagi berlaku untuk penyelenggara jasa nonpersonal modem, yang bisa diproduksi dan diekspor dengan biaya rendah. Negara-negara berkembang bisa mempertahankan tingkat pertumbuhan yang didorong jasa, dengan memberikan perhatian yang besar untuk itu.
Pengalaman India menawarkan harapan bagi negara-negara berkembang lainnya. Proses globalisasi di akhir abad 20 mendorong ke arah perbedaan pendapatan per kapita yang tajam antara negara-negara industri yang masuk ke pasar global dan sekitar enam puluh negara-negara berkembang yang pendapatanper kapitanya stagnan selama sekitar dua puluh tahun. Tampaknya, negara-negara berkembang itu harus menunggu giliran mereka untuk membangun sampai negara-negara industri raksasa seperti Cina menjadi kaya dan sektor manufaktur yang padat modal menjadi tidak kompetitif lagi.
Globalisasi jasa, bagaimanapun, memberikan peluang alternatif untuk negara-negara berkembang untuk menemukan ceruk pasar, di luar manufaktur, tempat mereka bisa mengembangkan spesialisasi dan mencapai tingkat pertumbuhan yang eksplosif seperti negara industri. Ketika jasa sudah diproduksi dan diperdagangkan di seantero dunia seperti globalisasi, kemungkinan setiap negara mengembangkan keunggulan komparatif mereka bisa meningkat. Keunggulan komparatif itu bisa dengan mudah ditemukan pada sektor jasa seperti halnya manufaktur dan pertanian.
Yang dijanjikan revolusi jasa adalah negara-negara tidak perlu menunggu untuk sampai ke tingkat pertumbuhan ekonomi yang cepat. Ada jalan baru yang terbentang.

VISITORS

free counters