Kamis, 09 Januari 2014

Singa Afrika Jantan Mati Tergantung Di KBS

0




        Seekor singa jantan asli Afrika ditemukan mati tergantung di dalam kandangnya di Kebun Binatang Surabaya (KBS), Selasa (7/1) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Singa jantan berusia 1,5 tahun itu mati, dengan kondisi leher tergantung tali dari sejenis logam.

      Direktur Operasional dan Umum, Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS), drh. Liang Kaspe mengatakan, kematian singa bernama Michael ini dirasa tidak wajar karena tidak mungkin terjadi dengan sendirinya tanpa keterlibatan pihak luar.

     “Kalau menurut saya memang gak wajar, tapi wajar gak wajar mati kan gitu. Iya kalau singa itu baru satu hari atau dua hari dalam sangkar itu, terus kemudian tidak dijaga malamnya kami manajemen yang ceroboh. Tapi kalau singa itu sudah hampir 1 tahun di dalam kendang itu dan dia sudah merasa itu rumahnya, kan ya gak mungkin tergantung, kan gak ada tangga atau gak ada bangku yang bisa buat dia memanjat terus jatuh, sehingga kepalanya atau lehernya tersangkut,” kata Liang Kaspe menjelaskan.

      Liang Kaspe mengatakan, dugaan singa mati pada malam harinya dapat dipastikan karena Keeper atau perawat satwa yang datang melihat sekitar pukul 06.30 – 07.00 telah melihat kondisi singa sudah tergantung dan mati. Meski tidak secara gamblang menyebut peristiwa ini ada unsur kesengajaan, Liang Kaspe memastikan bahwa kondisi satwa dalam keadaan sehat.

      Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dan Sekretaris kota saat memimpin rapat audit KBS. Foto: Petrus Risky
Indikasi sengaja tidak tahu, saya tidak berani mengucapkan tapi faktanya begitu. Dia tidak sakit, malah sehat, masih muda, ini singa yang sehat dan aktif,” ujar Liang Kaspe yang menyebut tali yang mencekik leher singa merupakan tapi untuk membuka dan menutup kandang.
Meski diakui tidak dapat mencegah adanya satwa mati karena usia tua atau sakit, Liang Kaspe mengaku telah berupaya melakukan perbaikan di Kebun Binatang Surabaya, sehingga kondisinya sudah lebih baik dibandingkan beberapa waktu lalu sebelum dikelola Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya.

      “Kalau kondisi kesehatan dibandingkan dengan pertengahan 2013 sekarang itu membaik, tapi jangan diangap membaik itu nol kematian ya, saya tidak bisa menjamin nol kematian. Membaik itu karena kandang-kandangnya lebih baik, makanannya lebih baik. Memang belum 100 persen baik, prima enggak, tapi sudah lebih baik dari pada waktu dipegang TPS (Tim Pengelola Sementara),” terang Liang Kaspe.
     Selain itu manajemen baru menurut Liang Kaspe masih menghadapi banyak kendala terkait perbaikan yang dilakukan untuk Kebun Binatang Surabaya, seperti penataan lingkungan serta penyediaan air bersih. Selain itu manajemen kata Liang Kaspe, juga berusaha mengembalikan kondisi hewan-hewan yang stres pada waktu dipegang TPS, terlebih dengan pemindahan ratusan hewan keluar dari Kebun Binatang Surabaya.

      “Kan stresnya juga berat. Kan diutarakan ada 400 sekian ekor dipindah, dibawa keluar. Kalau ada temanannya atau kelompoknya yang keluar kan ada yang sedih dan stres, kami sekarang mengembalikan agar mereka happy dan enjoy lagi di KBS, dan itu agak susah karena susah butuh pendekatan,” lanjutnya.
Saat ini koleksi singa Kebun Binatang Surabaya menyisakan empat singa betina dan satu singa jantan. Sehari sebelumnya, Senin, 6 Januari, seekor Gnu jantan juga ditemukan mati dikandangnya akibat penyakit kembung. Hal ini menambah daftar panjang satwa mati di Kebun Binatang Surabaya, yang mencapai 50 ekor dalam setahun terakhir.

Perlu CCTV
     Selama ini pengamanan Kebun Binatang Surabaya hanya dilakukan di pintu masuk dan keluar, sedangkan pengamanan di kawasan kandang satwa tidak dilakukan. Liang Kaspe mengungkapkan, jaga malam untuk satwa hanya diterapkan untuk satwa yang sakit atau yang akan melahirkan.
“Kalau hewan sakit dan mau melahirkan ya ada jaga malam. Kalau tidak ada apa-apa ya ada apa dijaga malam. Selain karyawannya sudah capek, hewan-hewannya kalau ada orang kan merasa terganggu,” kata Liang Kaspe.

     “Selama ini evaluasi terhadap penjaga kita sudah bisa menilai, dan itu sudah ada peraturan bahwa sebelum pulang setiap satwa yang menjadi tanggungjawabnya harus diperiksa, pintu-pintu dan apapun selalu diperiksa apakah ada yang membahayakan hewannya apa tidak. Setelah dikontrol semua kunci itu dititipkan ke security dengan menulis laporan,” jabar Liang.

    Direktur Operasional dan Umum Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS), drh. Liang Kaspe menambahkan, dengan kejadian seperti ini pihaknya menilai sangat mendesak bagi manajemen untuk memasang kamera pengintai atau CCTV, pada setiap kandang dan tempat-tempat penting lainnya.

     “Sangat butuh, kebutuhan CCTV itu untuk memantau dari sangkar ke sangkar terutama di malam hari. Pada sing hari pun untuk keamanan para keeper,” kata Liang Kaspe yang akan mengajukan rencana itu pada manajemen dan Pemerintah Kota Surabaya.
Kebun Binatang Surabaya. Foto: Petrus Risky
Kebun Binatang Surabaya. Foto: Petrus Risky

Lapor Polisi 
      Pemerintah Kota Surabaya langsung bereaksi atas kematian satwa Kebun Binatang Surabaya, yakni singa jantang dengan cara yang tidak wajar. Sekretaris Kota Surabaya (Sekkota) Hendro Gunawan mengatakan, pihaknya telah melaporkan peristiwa ini kepada pihak kepolisian, agar dapat diungkap pelaku serta motif dari kamatian singa di Kebun Binatang Surabaya.

       “Bu Dirut dan pak Kasatpol PP sudah lapor ke Polrestabes Surabaya, kemudian sudah dilakukan peninjauan lapangan ke TKP, dan dilakukan penyelidikan. Sekarang lagi proses pemeriksaan,” kata Hendro Gunawan kepada Mongabay Indonesia.

        Hendro mengatakan, persoalan kematian singa yang tidak wajar dengan cara menggantung harus diungkap, termasuk kemungkinan keterlibatan orang dalam Kebun Binatang Surabaya.
“Kita lihat saja apakah orang dalam apa tidak. Tapi kalau kita melihat prosesnya, saya pikir begitu (disengaja), tapi kita akan tetap mengacu pada proses pemeriksaan dan seperti apa hasilnya,” imbuh Hendro.
         Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman membenarkan telah menerima laporan dari Pemerintah Kota Surabaya atas kasus kematian satwa di Kebun Binatang Surabaya.
“Memang ada laporan terkait meninggalnya singa tersebut. Kami menunggu hasil otopsinya, kita lihat saja nanti perkembangannya seperti apa,” kata Farman.

        Ketua ProFauna Indonesia Rosek Nursahid, mengaku menyayangkan peristiwa kematian satwa Kebun Binatang Surabaya terus berlanjut. Rosek menilai perlu adanya perombakan total, terhadap manajemen satwa di Kebun Binatang Surabaya.
“Perlu ada perombakan total tentang manajemen satwa, termasuk desain kandang, enrichment (pengayaan) kandang, pengamanan, dan lain-lain. Satwa tidak hanya cukup soal makan dan minum, tapi juga soal akomodasi,” kata Rosek kepada Mongabay-Indonesia.
Namun Rosek menolak berkomentar mengenai penyebab singa mati, yang dikaitkan dengan posisi singa yang tergantung pada tali sling.

         “No comment kalau soal digantung. Tapi intinya perlu ada evaluasi menyeluruh, dan yang terpenting Pemkot Surabaya tidak alergi terhadap masukan dan kritik,” tandas Rosek Nursahid.
Kematian tidak wajar singa jantan di Kebun Binatang Surabaya juga menimbulkan tanda tanya aktivis Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia (Foksi) Jawa Timur, yang mempertanyakan manajemen satwa oleh pengelola Kebun Binatang Surabaya.
      “Soal satwa yang masih muda dan kemudian mati dengan kondisi yang aneh, ini menunjukkan ada sesuatu yang perlu dibenahi,” kata Prasto Wardoyo, pengurus Foksi Jawa Timur.

        Dan kejadian tersebut sudah disorot oleh media inggris, bahkan Daily Mail menyebut KBS sebagai kebun binatang paling kejam di dunia. Dituliskan Daily Mail, Kamis (9/1/2014), KBS telah menimbulkan kemarahan para pembaca media tersebut setelah pemberitaan mengenai buruknya kondisi hewan-hewan di sana. Dalam tulisan sebelumnya, Daily Mail menjuluki KBS sebagai 'zoo of death' alias kebun binatang kematian.
         Daily Mail menyebutkan, dari riset yang dilakukan pihaknya sebelum Natal 2013 lalu, ditemukan sejumlah hewan yang hidup dalam kondisi menyedihkan. Termasuk seekor anak gajah yang tiga kakinya dirantai. Daily Mail pun menampilkan foto-foto yang menunjukkan kondisi mengenaskan sejumlah hewan di KBS.

       Foto-foto yang dimuat dalam artikel berjudul "Lion found hanging in its cage becomes the latest victim of wretched Indonesian animal park dubbed the 'zoo of death'" tersebut menuai beragam komentar dari para pembaca media online Inggris itu.

    Banyak yang mengecam dan menyayangkan perlakuan buruk yang dialami hewan-hewan itu. Tak sedikit pula yang menyerukan penutupan KBS. Bahkan ada pembaca yang mendesak pemerintah Inggris untuk melakukan intervensi guna menyelamatkan hewan-hewan di KBS.

       "Foto-foto ini membuat saya menangis. Apakah tak ada hak-hak hewan di Indonesia? Tak bisakah  pemerintah kita mengintervensi?" tulis seorang pembaca yang menggunakan nama Sabina dan berdomisili di London, Inggris.


      Saya pun sebagai pecinta hewan merasa sangat sedih dengan ada (lagi) nya hewan yang mati di KBS ini. Bukan hanya sedih, tapi juga merasa sangat marah kenapa hal demikian terjadi lagi. Seharusnya pemerintah daerah juga harus turun tangan dalam merawat dan memenuhi fasilitas hewan-hewan yang ada disana. Kalau hewan-hewan disana menderita lebih baik ditutup saja kebun binatangnya, dan hewan-hewan disana dilepaskan kembali ke habitatnya.


Sumber: http://www.mongabay.co.id/2014/01/08/singa-afrika-mati-tergantung-di-kebun-binatang-surabaya/ 
              http://news.detik.com/read/2014/01/09/114148/2462609/1148/1/media-inggris-sorot-kematian-    michael-sebut-kbs-paling-kejam-di-dunia 

Rabu, 08 Januari 2014

Perkembangan terakhir dalam Etika bisnis dan profesi

0

Pengertian Etika
Menurut para ahli etika tidak lain adalah aturan perilaku, adat pergaulan manusia dalam pergaulan antar sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.
Kata Etika sendiri berasal dari kata ETHOS dari bangsa Yunani yang memiliki arti nilai – nilai, norma – norma, kaidah dan ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang didefinisikan oleh bebrapa ahli sebagai berikut :
Drs. O.P Simorangkir
Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik
Drs. Sidi. Gajalba dan Sistematika filsafat
Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal
Drs. H. Burhanudin Salam
Cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.


Pengertian Profesi
Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitan dengan bidang yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang bekerja tetap sesuai. Tetapi dengan memiliki keahlian saja yang diperoleh dari pendidikan kejuruan belum cukup dapat dikatakan sebagai profesi, tetapi, perlu memiliki penguasaan sistematis yang mendasari praktek pelaksanaan, dan hubungan antar teori dan praktek pelaksanaan.

Kode etik profesi
Kode etik profesi merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sangsi yang agak berat, maka masuk dalam kategori norma hukum.
Kode Etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional.

Perkembangan Terakhir dari Etika Bisnis dan Profesi
            Etika dalam dunia bisnis diperlukan untuk menjaga hubungan baik dan fairness dalam dunia bisnis. Etika bisnis mencapai status ilmiah dan akademis dengan identitas sendiri, pertama kali timbul di amerika srikat pada tahun 1970-an
Untuk memahami perkembangan etika bisnis De George membedakannya kepada lima periode
1. Situasi Dahulu
Pada awal sejarah filsafat, Plato, Aristoteles, dan filsuf-filsuf Yunani lain menyelidiki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur. Pada masa ini masalah moral disekitar ekonomi dan bisnis disoroti dari sudut pandang teologi.

2. Masa Peralihan: tahun 1960-an
pada saat ini terjadi perkembangan baru yang dapat disebut sbagai prsiapan langsung bagi timbulnya etika bisnis. Ditandai pemberontakan terhadap kuasa dan otoritas di Amerika Serikat (AS), revolusi mahasiswa (di ibukota Perancis), penolakan terhadap establishment (kemapanan).. Pada saat ini juga timbul anti konsumerisme. Hal ini memberi perhatian pada dunia pendidikan khususnya manajemen, yaitu dengan memasukan mata kuliah baru ke dalam kurikulum dengan nama busines and society and coorporate sosial responsibility, walaupun masih menggunakan pendekatan keilmuan yang beragam minus etika filosofis.

3. Etika Bisnis Lahir di AS: tahun 1970-an
terdapat dua faktor yang mendorong kelahiran etika bisnis pada tahun 1970-an yaitu:
sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis
terjadinya krisis moral yang dialami oleh dunia bisnis.
Pada saat ini mereka bekerja sama khususnya dengan ahli ekonomi dan manejemen dalam meneruskan tendensi etika terapan. Norman E. Bowie menyebutkan bahwa kelahiran etika bisnis ini disebabkan adanya kerjasama interdisipliner, yaitu pada konferesi perdana tentang etika bisnis yang diselanggarakan di universitas Kansas oleh philosophi Departemen bersama colledge of business pada bulan November 1974.

4. Etika Bisnis Meluas ke Eropa: tahun 1980-an
di Eropa Barat, etika bisnis sebagai ilmu baru mulai berkembang kira-kira 10 tahun kemudian. Hal ini pertama-tama ditandai dengan semakin banyaknya perguruan tinggi di Eropa Barat yang mencantumkan mata kuliah etika bisnis. Pada taun1987 didirkan pula European Ethics Nwork (EBEN) yang bertujuan menjadi forum pertemuan antara akademisi dari universitas, sekolah bisnis, para pengusaha dan wakil-wakil dari organisasi nasional dan nternasional.

5. Etika Bisnis menjadi Fenomena Global: tahun 1990-an
Etika bisnis telah hadir di Amerika Latin , ASIA, Eropa Timur dan kawasan dunia lainnya. Di Jepang yang aktif melakukan kajian etika bisnis adalah institute of moralogy pada universitas Reitaku di Kashiwa-Shi. Di india etika bisnis dipraktekan oleh manajemen center of human values yang didirikan oleh dewan direksi dari indian institute of manajemen di Kalkutta tahun 1992. Telah didirikan International Society for Business, Economics, and Ethics (ISBEE) pada 25-28 Juli 1996 di Tokyo.

Di indonesia sendiri pada beberapa perguruan tinggi terutama pada program pascasarjana telah diajarkan mata kuliah etika bisnis. Selain itu bermunculan pula organisasi-organisasi yang melakukan pengkajian khusus tentang etika bisnis misalnya lembaga studi dan pengembangan etika usaha indonesia (LSPEU Indonesia) di jakarta.
 
 
 
 

Isu Etika Signifikan Dalam Dunia Bisnis Dan Profesi

0

LATAR BELAKANG DUNIA BISNIS
Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. Langkah apa yang harus ditempuh?
Didalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara. Bahkan tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan. Kalau sudah demikian, pengusaha yang menjadi pengerak motor perekonomian akan berubah menjadi binatang ekonomi.
Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya, makin hari semakin meningkat. Tindakan mark-up, ingkar janji, tidak mengindahkan kepentingan masyarakat, tidak memperhatikan sumber daya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabdian para pengusaha terhadap etika bisnis.
Secara sederhana etika bisnis dapat diartikan sebagai suatu aturan main yang tidak mengikat karena bukan hukum. Tetapi harus diingat dalam praktek bisnis sehari-hari etika bisnis dapat menjadi batasan bagi aktivitas bisnisyang dijalankan. Etika bisnis sangat penting mengingat dunia usaha tidak lepas dari elemen-elemen lainnya. Keberadaan usaha pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bisnis tidak hanya mempunyai hubungan dengan orang-orang maupun badan hukum sebagai pemasok, pembeli, penyalur, pemakai dan lain-lain.
Sebagai bagian dari masyarakat, tentu bisnis tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat. Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya, baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung.
Dengan memetakan pola hubungan dalam bisnis seperti itu dapat dilihat bahwa prinsip-prinsip etika bisnis terwujud dalam satu pola hubunganyang bersifat interaktif. Hubungan ini tidak hanya dalam satu negara, tetapi meliputi berbagai negara yang terintegrasi dalam hubungan perdagangan dunia yang nuansanya kini telah berubah. Perubahan nuansa perkembangan dunia itu menuntut segera dibenahinya etika bisnis. Pasalnya, kondisi hukumyang melingkupi dunia usaha terlalu jauh tertinggal dari pertumbuhan serta perkembangan dibidang ekonomi. Jalinan hubungan usaha dengan pihak-pihak lain yang terkait begitu kompleks. Akibatnya, ketika dunia usaha melaju pesat, ada pihak-pihak yang tertinggal dan dirugikan, karena peranti hukum dan aturan main dunia usaha belum mendapatkan perhatian yang seimbang.
Salah satu contoh yang selanjutnya menjadi masalah bagi pemerintah dan dunia usaha adalah masih adanya pelanggaran terhadap upah buruh. Hal lni menyebabkan beberapa produk nasional terkena batasan di pasar internasional. Contoh lain adalah produk-produk hasil hutanyang mendapat protes keras karena pengusaha Indonesia dinilai tidak memperhatikan kelangsungan sumber alam yang sangat berharga.
1. BENTURAN KEPENTINGAN
Benturan kepentingan adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi direktur, komisaris, atau pemegang saham utama perusahaan.
Perusahaan menerapkan kebijakan bahwa personilnya harus menghindari investasi, asosiasi atau hubungan lain yang akan mengganggu, atau terlihat dapat mengganggu, dengan penilaian baik mereka berkenaan dengan kepentingan terbaik perusahaan. Sebuah situasi konflik dapat timbul manakala personil mengambil tindakan atau memiliki kepentinganyang dapat menimbulkan kesulitan bagi mereka untuk melaksanakan pekerjaannya secara obyektif dan efektif.
Benturan kepentingan juga muncul manakala seorang karyawan, petugas atau direktur, atau seorang anggota dari keluarganya, menerima tunjangan pribadi yang tidak layak sebagai akibat dari kedudukannya dalam perusahaan. Apabila situasi semacam itu muncul, atau apabila individu tidak yakin apakah suatu situasi merupakan benturan kepentingan, ia harus segera melaporkan hal-hal yang terkait dengan situasi tersebut kepada petugas kepatuhan perusahaan. Apabila manajemen senior perusahaan menetapkan bahwa situasi tersebut menimbulkan benturan kepentingan, mereka harus segera melaporkan benturan kepentingan tersebut kepada komite pemeriksa.
Berikut ini merupakan berberapa contoh upaya perusahaan / organisasi dalam menghindari benturan kepentingan :
1. Menghindarkan diri dari tindakan dan situasi yang dapat menimbulkan benturan kepentingan antara kepentingan pribadi dengan kepentingan perusahaan.
2. Mengusahakan lahan pribadi untuk digunakan sebagai kebun perusahaan yang dapat menimbulkan potensi penyimpangan kegiatan pemupukan.
3. Menyewakan properti pribadi kepada perusahaan yang dapat menimbulkan potensi penyimpangan kegiatan pemeliharaan.
4. Memiliki bisnis pribadi yang sama dengan perusahaan.
5. Menghormati hak setiap insan perusahaan untuk memiliki kegiatan di luar jam kerja, yang sah, di luar pekerjaan dari perusahaan, dan yang bebas dari benturan dengan kepentingan.
6. Mengungkapkan dan melaporkan setiap kepentingan dan atau kegiatan-kegiatan di luar pekerjaan dari perusahaan, yaitu:
• Kepada atasan langsung bagi karyawan,
• Kepada Pemegang Saham bagi Komisaris, dan
• Kepada Komisaris dan Pemegang Saham bagi Direksi.
7. Menghindarkan diri dari memiliki suatu kepentingan baik keuangan maupun non-keuangan pada organisasi / perusahaan yang merupakan pesaing, antara lain :
• Menghindari situasi atau perilaku yang dapat menimbulkan kesan atau spekulasi atau kecurigaan akan adanya benturan kepentingan.
• Mengungkapkan atau melaporkan setiap kemungkinan (potensi) benturan kepentingan pada suatu kontrak atau sebelum kontrak tersebut disetujui.
• Tidak akan melakukan investasi atau ikatan bisnis pada individu dan pihak lain yang mempunyai keterkaitan bisnis dengan baik secara langsung maupun tidak langsung.
8. Tidak akan memegang jabatan pada lembaga-lembaga atau institusi lain di luar perusahaan dalam bentuk apapun, kecuali telah mendapat persetujuan tertulisdari yang berwenang.
2. ETIKA DALAM TEMPAT KERJA
Dunia kerja memang menyimpan banyak sisi, secara positif orang memang menaruh harapan dari dunia kerja yaitu untuk memenuhi keperluan hidupnya. Namun tuntutan pekerjaan pun bila tidak dihadapi dengan baik dapat membawa tekanan bagi pekerja sendiri. Menyikapi hal tersebut mungkin ada hubungannya dengan fenomena maraknya kegiatan eksekutif bisnis mendalami nilai-nilai agama. Mereka mengikuti aktivitas keagamaan seperti tasawuf, kebaktian bersama dan lainnya untuk mengkaji dan mengaplikasikan nilai-nilai luhuryang selama ini kerap hilang dari dunia kerja.
Kemerosotan nilai dalam dunia kerja juga diakui oleh ahli filsafat Franz Magnis Suseno, bahwa etika dalam tempat kerja mulai tergeser oleh kepentingan pencapaian keuntungan secepat-cepatnya. Eika sudah tidak ada lagi dan kegiatanekonomi hanya dimaknakan sebagai usaha mencari uang dengan cepat. Akibatnya, perusahaan memberlakukan karyawan dengan buruk dan tidak menghormati setiap pribadi.
Etika dalam profesionalisme bisnis. Ada dua hal yang terkandung dalam etika bisnis yaitu kepercayaan dan tanggung jawab. Kepercayaan diterjemahkan kepada bagaimana mengembalikan kejujuran dalam dunia kerja dan menolak stigma lama bahwa kepintaran berbisnis diukur dari kelihaian memperdayasaingan. Sedangkan tanggung jawab diarahkan atas mutu output sehingga insan bisnis jangan puas hanya terhadap kualitas kerja yang asal-asalan.
Dalam pandangan rasional tentang perusahaan, kewajiban moral utama pegawai adalah untuk bekerja mencapai tujuan perusahaan dan menghindari kegiatan-kegiatanyang mungkin mengancam tujuan tersebut. Jadi, bersikap tidak etis berarti menyimpang dari tujuan-tujuan tersebut dan berusaha meraih kepentingan sendiri dalam cara-cara yang jika melanggar hukum dapat dinyatakan sebagai salah satu bentuk “kejahatan kerah putih”.
Adapun beberapa praktik di dalam suatu pekerjaan yang dilandasi dengan etika dengan berinteraksi di dalam suatu perusahaan, misalnya:
1. Etika Terhadap Saingan
Kadang-kadang ada produsen berbuat kurang etis terhadap saingan dengan menyebarkan rumor, bahwa produk saingan kurang bermutu atau juga terjadi produk saingan dirusak dan dijual kembali ke pasar, sehingga menimbulkan citra negatifdari pihak konsumen.
2. Etika Hubungan dengan Karyawan
Di dalam perusahaan ada aturan-aturan dan batas-batas etika yang mengatur hubungan atasan dan bawahan, Atasan harus ramah dan menghormati hak-hak bawahan, Karyawan diberi kesempatan naik pangkat, dan memperoleh penghargaan.
3. Etika dalam hubungan dengan publik
Hubungan dengan publik harus dujaga sebaik mungkin, agar selalu terpelihara hubungan harmonis. Hubungan dengan public ini menyangkut pemeliharaan ekologi, lingkungan hidup. Hal ini meliputi konservasi alam, daur ulang dan polusi. Menjaga kelestarian alam, recycling (daur ulang) produk adalah uasha-usaha yang dapat dilakukan perusahaan dalam rangka mencegah polusi, dan menghemat sumber daya alam.
2. AKTIVITAS BISNIS INTERNASIONAL – MASALAH BUDAYA
Bagaimana cara dan perilaku manusia melakukan sesuatu serta bagaimana suatu kelompok individu membentuk kebiasaan. Kepemimpinan berperan sebagai motor yang harus mampu mencetuskan dan menularkan kebiasaaan produktif di lingkungan organisasi. Maka dengan demikian, masalah budaya perusahaan bukanlah hanya apa yang akan dikerjakan sekolompok individu melainkan juga bagaimana cara dan tingkah laku mereka pada saat mengerjakan pekerjaan tersebut.
Seorang pemimpin memiliki peranan penting dalam membentuk budaya perusahaan. Hal itu bukanlah sesuatu yang kabur dan hambar, melainkan sebuah gambaran jelas dan konkrit. Jadi, budaya itu adalah tingkah laku, yaitu cara individu bertingkah laku dalam mereka melakukan sesuatu.
Tidaklah mengherankan, bila sama-sama kita telaah kebanyakan perusahaan sekarang ini. Para pemimpin yang bergelimang dengan fasilitas dan berbagai kondisi kemudahan. Giliran situasinya dibalik dengan perjuangan dan persaingan, mereka mengeluh dan malah sering mengumpat bahwa itu semua karena SDM kita yang tidak kompeten dan tidak mampu. Mereka sendirilah yang membentuk budaya itu (masalah budaya). Semua karena percontohan, penularan dan panutan dari masing-masing pemimpin. Maka timbul paradigma, mengubah budaya perusahaan itu sendiri.
Budaya perusahaan memberi kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan perilaku etis, karena budaya perusahaan merupakan seperangkat nilai dan norma yang membimbing tindakan karyawan. Budaya dapat mendorong terciptanya prilaku. Dan sebaliknya dapat pula mendorong terciptanya prilaku yang tidak etis.
3. AKUNTABILITAS SOSIAL
Tujuan Akuntanbilitas Sosial, antara lain :
a. Untuk mengukur dan mengungkapkan dengan tepat seluruh biaya dan manfaat bagi masyarakat yang ditimbulkan oleh aktifitas-aktifitas yang berkaitan dengan produksi suatu perusahaan
b. Untuk mengukur dan melaporkan pengaruh kegiatan perusahaan terhadap lingkungannya, mencakup : financial dan managerial social accounting, social auditing.
c. Untuk menginternalisir biaya sosial dan manfaat sosial agar dapat menentukan suatu hasil yang lebih relevan dan sempurna yang merupakan keuntungan sosial suatu perusahaan.
Salah satu alasan utama kemajuan akuntabilitas sosial menjadi lambat yaitu kesulitan dalam pengukuran kontribusi dan kerugian. Prosesnya terdiri dari atas tiga langkah, diantaranya:
1. Menentukan biaya dan manfaat sosial
Sistem nilai masyarakat merupakan faktor penting dari manfaat dan biaya sosial. Masalah nilai diasumsikan dapat diatasi dengan menggunakan beberapa jenis standar masyarakat dan mengidentifikasikan kontribusi dan kerugian secara spesifik
2. Kuantifikasi terhadap biaya dan manfaat
Saat aktivitas yang menimbulkan biaya dan manfaat sosial ditentukan dan kerugian serta kontribusi
3. Menempatkan nilai moneter pada jumlah akhir.
Tanggung Jawab Sosial Bisnis
Dunia bisnis hidup ditengah-tengah masyarakat, kehidupannya tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat. Oleh karena itu ada suatu tanggungjawab social yang dipikul oleh bisnis. Banyak kritik dilancarkan oleh masyarakat terhadap bisnis yang kurang memperhatikan lingkungan.
Banyak timbul perbedaan pendapat mengenai bahwa tanggungjawab bisnis hanya terbatas sampai menghasilakan barang dan jasa buat konsumen dengan harga yang murah, atau juga ada yang mengatakan tanggungjawab bisnis adalah jangan mengambil keuntungan besar, tetapi yang sewajarnya.
Dalam dunia bisnis juga semua orang tidak mengharapkan memperoleh perlakuan tidak jujur dari sesamanya, banyak praktik manipulasi tidak akan terjadi jika dilandasi dengan moral tinggi. Moral dan tingkat kejujuran rendah akan menghancurkan tata nilai etika bisnis itu sendiri, karena masalahnya nilai etika hanya ada di dalam hati nurani seseorang. Etika mempunyai kendali intern dalam hati, berbeda dengan hokum yang mempunyai unsur paksaan ekstern. Akan tetapi bagi orang-orang yang berkecimpung dalam bidang bisnis yang dilandasi oleh rasa keagamaan mendalam akan mengetahui bahwa perilaku jujur akan memberikan kepuasan tersendiri dalam kehidupannya baik dalam duniawi maupun akhirat.
3. MANAJEMEN KRISIS
Manajemen krisis adalah respon pertama perusahaan terhadap sebuah kejadian yang dapat merubah jalannya operasi bisnis yang telah berjalan normal. Artinya terjadi gangguan pada proses bisnis ‘normal’ yang menyebabkan perusahaan mengalami kesulitan untuk mengoptimalkan fungsi-fungsi yang ada, dan dengan demikian dapat dikategorikan sebagai krisis.
Kejadian buruk dan krisis yang melanda dunia bisnis dapat mengambil beragam bentuk. Mulai dari bencana alam seperti Tsunami, musibah teknologi (kebakaran, kebocoran zat-zat berbahaya) sampai kepada karyawan yang mogok kerja. Segala kejadian buruk dan krisis, berpotensi menghentikan proses normal bisnis yang telah dan sedang berjalan, membutuhkan penanganan yang segera (immediate) dari pihak manajemen. Penanganan yang segera ini kita kenal sebagai manajemen krisis (crisis management).
Saat ini, manajemen krisis dinobatkan sebagai new corporate discipline. Manajemen krisis adalah respon pertama perusahaan terhadap sebuah kejadian yang dapat merubah jalannya operasi bisnis yang telah berjalan normal. Pendekatan yang dikelola dengan baik sebagai respon terhadap kejadian itu terbukti secara signifikan sangat membantu meyakinkan para pekerja, pelanggan, mitra, investor, dan masyarakat luas akan kemampuan organisasi melewati masa krisis.
Aspek dalam Penyusunan Rencana Bisnis
Setidaknya terdapat enam aspek yang mesti kita perhatikan jika kita ingin menyusun rencana bisnis yang lengkap. Yaitu tindakan untuk menghadapi :
1. Situasi darurat (emergency response),
2. Skenario untuk pemulihan dari bencana (disaster recovery),
3. Skenario untuk pemulihan bisnis (business recovery),
4. Strategi untuk memulai bisnis kembali (business resumption),
5. Menyusun rencana-rencana kemungkinan (contingency planning), dan
6. Manajemen krisis (crisis management).
Penanganan Krisis
Pada hakekatnya dalam setiap penanganan krisis, perusahaan perlu membentuk tim khusus. Tugas utama tim manajemen krisis ini terutama adalah mendukung para karyawan perusahaan selama masa krisis terjadi. Kemudian menentukan dampak dari krisis yang terjadi terhadap operasi bisnis yang berjalan normal, dan menjalin hubungan yang baik dengan media untuk mendapatkan informasi tentang krisis yang terjadi. Sekaligus menginformasikan kepada pihak-pihak yang terkait terhadap aksi-aksi yang diambil perusahaan sehubungan dengan krisis yang terjadi.
Dalam menghadapi krisis dibutuhkan kepemimpinan yang efektif. Sang pemimpin mesti mengetahui tujuan dan strategi yang jelas untuk mengatasai krisis. Tentu harus dilandasi oleh rasa optimisme terhadap penyelesaian krisis. Mintalah dukungan dari semua orang, dan tunjukkan bahwa perusahaan mampu menghadapi krisis yang terjadi ini dengan baik. Tenangkan hati mereka. Ajaklah seluruh anggota organisasi untuk terlibat dalam mencari dan menjalani solusi krisis yang telah disusun bersama.



Sumber: http://sarahocta.blogspot.com/2010/01/tugas-etika-bisnis-dan-profesi-isu.html

Selasa, 07 Januari 2014

Creative Accounting

0

A.   PENGERTIAN ‘CREATIVE ACCOUNTING’
Banyak para pakar yang mengartikan ‘creative accounting’ sebagai kegitan memanipulasi data keuangan di perusahaan. Tetapi, kata-kata ‘creative accounting’ terdiri dari 2 kata yaitu ‘creative’ yang artinya kebolehan seseorang menciptakan ide baru yang efektif, dan kata ‘akuntansi’ itu artinya pembukuan tentang financial events yang senantiasa berusaha untuk setia kepada kondisi keuangan yang sebenarnya (faithful representation of financial events). ‘Creative accounting’ menurut Amat, Blake dan Dowd [1999] adalah sebuah proses dimana beberapa pihak menggunakan kemampuan pemahaman pengetahuan akuntansi (termasuk didalamnya standar, teknik dsb.) dan menggunakannya untuk memanipulasi pelaporan keuangan. Sedangkan, Stolowy dan Breton [2000] menyebut ‘creative accounting’ merupakan bagian dari ‘accounting manipulation’ yang terdiri dari ‘earning management’ , ‘income smoothing’ dan ‘creative accounting’ itu sendiri.
Sehingga arti dari ‘creative accounting’ yaitu akar dari sejumlah skandal akuntansi, dan banyak usulan untuk reformasi akuntansi - biasanya berpusat pada analisis diperbarui modal dan faktor produksi yang benar akan mencerminkan bagaimana nilai tambah. Akuntansi kreatif dan manajemen laba merupakan eufemisme mengacu pada praktik akuntansi yang mungkin mengikuti surat aturan praktik akuntansi standar, tapi jelas menyimpang dari semangat peraturan tersebut.



B.   TUJUAN ‘CREATIVE ACCOUNTING’
Tujuan-tujuan seseorang melakukan creative accounting bermacam-macam, di antaranya adalah untuk pelarian pajak, menipu bank demi mendapatkan pinjaman baru, atau mempertahankan pinjaman yang sudah diberikan oleh bank dengan syarat-syarat tertentu, mencapai target yang ditentukan oleh analisis pasar, atau mengecoh pemegang saham untuk menciptakan kesan bahwa manajemen berhasil mencapai hasil yang cemerlang.
Motivasi materialisme merupakan suatu dorongan besar manajemen dan akuntan-akuntan melakukan creative accounting. Banyak perusahaan yang terjebak masalah creative accounting mempunyai sistem ‘executive stock option plan’ bagi eksekutif-eksekutif yang mencapai target yang ditetapkan. Secara umum, para eksekutif biasanya lebih mengenal perusahaan tempat mereka bekerja dibandingkan karyawan-karyawan di bawah mereka, sehingga para eksekutif ini dapat dengan mudah memanipulasi data-data dalam laporan keuangan (financial statement) dengan motivasi memperkaya diri mereka sendiri.
Adapun klasifikasi tindakan yang meliputi kecurangan laporan keuangan adalah sebagai berikut :
Pertama, sengaja distorsi laporan keuangan sebagai alat untuk bertindak curang dengan mengecoh pemakai atau kelompoknya tentang hasil usaha perusahaan.Dalam hal ini yang menerima keuntungan langsung adalah pihak perusahaan atau pelaku kecurangan. Adapun tujuan khusus dari tindakan ini adalah :
a) Mendapatkan kredit, modal jangka panjang, atau tambahan modal investasi berdasarkan informasi keuangan yang didistorsi atau dihapus
b) Menyembunyikan kinerja tidak baik dari perusahaan.
c) Menghapus hutang pajak.
d) Manipulasi harga saham.
e) Menyembunyikan kinerja tidak baik oleh manajemen.
Kedua, sengaja distorsi laporan keuangan untuk penyamaran tindakan kecurangan.dalam hal ini yang diuntungkan tetap pihak perusahaan atau pelaku kecurangan. Adapun tujuan khusus dari tindakan ini adalah:
a) Menyembunyikan penjualan fiktif atau harta milik dipalsukan.
b) Menyembunyikan pembayaran yang tidak benar.
c) Menyembunyikan tindakan penyelewangan dana atau harta.

C.   UNSUR-UNSUR ‘CREATIVE ACCOUNTING’
Menurut Charles W. Mulford & Eugene E. Comiskey membagi Creative Accounting menjadi beberapa unsur, yaitu:
·         Recognizing Premature or Fictitious Revenue
Mengakui penghasilan prematur atau penghasilan fiktif itu berbeda jika ditinjau dari sudut aggressive accounting.Untuk premature revenue, pengakuannya sudah sesuai dengan GAAP. Sementara itu, untuk fictitious revenue , penghasilan dicatat tanpa adanya penjualan yang terjadi.
Bentuk dari prematur revenue bisa berupa pengakuan penjualan dilakukan pada saat barang sudah dipesan, tapi belum dikirim (goods ordered, but not shipped) atau barang sudah dikirim, tapi belum dipesan (goods shipped, but not ordered). Sementara itu, contoh penjualan fiktif adalah backdated invoice, tanggal pengiriman yang diubah, atau sengaja salah mencatat penjualan.
Cara mendeteksi penjualan prematur atau fiktif yaitu:
1.      Pahami kebijakan pengakuan pendapatan, termasuk perubahannya
2.      Cermati piutang usaha
3.      Cermati akun-akun yang mungkin digunakan untuk meng-offset penjualan prematur atau fiktif
4.      Review transaksi hubungan istimewa
5.      Perhatikan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan sesuai laporan
·         Aggressive Capitalization & Extended Amortization Policies
Dalam kebijakan kapitalisasi yang agresif, perusahaan melaporkan beban atau rugi tahun berjalan sebagai aset.Akibatnya, pengakuan biaya tertunda dan laba naik.Selanjutnya, aset atau beban ditangguhkan tersebut diamortisasi selama beberapa tahun.
Cara mendeteksi kebijakan aggressive capitalitation & extended amortization policies yaitu:
1.      Pahami kebijakan kapitalisasi aset dan apakah aset yang dikapitalisasi tersebut melebih nilai pasar
2.      Proporsikan total biaya pengembangan software yang dikapitalisasi dan tentukan apakah proporsi tersebut wajar
3.      Cermati biaya bunga yang dikapitalisasi sehubungan dengan proyek konstruksi yang sudah berakhir
4.      Cermati alasan yang mendasari pencatatan normal operating expense ke dalam aset
·         Misreported Assets & Liailibities
 
   Contoh Kasus
    Baru beberapa minggu ini gas elpiji menghilang dari peredaran. Hanya tinggal beberapa tabung saja,namun harga sangat tinggi dan membuat para pedagang rugi. Setelah diselidiki ternyata ada oknum yang sengaja mengoplos gas 3kg menjadi gas 12kg. Tapi ternyata sebenarnya seharusnya harga gas elpiji sudah harus naik dari 5 tahun belakangan ini. 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

VISITORS

free counters